MASUK SURGA KARENA SHADAQAH PEDANG

PEDANG TAJAMKisah ini terjadi pada zaman Nabi Isa As. Disebutlah ada seorang yang sangat terkenal kikir, bakhil, dan pelit. Ia bernama Mal’un.

Suatu hari, ada seorang pemuda yang akan berjihad membela agama datang menghadap dirinya. Pemuda itu berkata dengan sangat halus kepada Mal’un yang kikir itu, “Wahai Tuan, sekiranya Tuan tidak keberatan hati, sudilah kiranya Tuan memberikan sebuah pedang kepada saya untuk berperang?”

Mal’un diam. Ia tidak menjawab permintaan pemuda shalih ini. Dan malah membiarkannya begitu saja, hingga akhirnya si pemuda shalih mohon undur diri kepadanya. Setelah pemuda shalih meninggalkan dirinya, Mal’un menyesal. Ia berkata dalam hati, “Mengapa saya membiarkan pemuda ini pergi tanpa membawa pedang untuk berperang?”

Lalu Mal’un memanggil pemuda shalih ini, yang ternyata belum jauh dari rumahnya. Selanjutnya ia berikan pedang yang dimilikinya itu kepada pemuda shalih ini.

Sepulang dari medan perang, pemuda shalih ini bertemu dengan Nabi Isa As. yang sedang berjalan bersama seorang ahli ibadah. Nabi Isa menegurnya, “Wahai pemuda, dari manakah kau mendapatkan pedang ini?”

“Dari Mal’un, ya Nabi Allah.”

Nabi Isa merasa senang mendengar kabar bahwa orang yang selama ini terkenal sangat pelit dan bakhil itu telah memberikan sesuatu. Saat itu, kebetulan mereka tepat sedang berada tidak jauh dari rumah Mal’un. Ketika mngetahui kalau pemuda shalih, Nabi Isa, dan ahli ibadah itu berada di depan rumahnya, Mal’un mempersilahkan mereka untuk masuk ke rumahnya.

“Aku akan segera pergi sebelum terbakar apinya,” kata ahli ibadah.

Setelah ahli ibadah mengucapkan kalimat itu, turunlah wahyu dari Allah kepada Nabi Isa : “Hai Isa, katakanlah kepada hambaku yang bernama Mal’un bahwa aku sudah mengampuni dosanya. Berkat shadaqah pedangnya itu dan karena dia senang kepadamu. Dan sampaikan juga bahwa ahli ibadah itu adalah kawannya kelak di surga.”

Mendengar penyampaian wahyu dari Nabi Isa itu, si ahli ibadah berkata, “Aku tidak sudi berkawan dengannya di surga.”

Setelah itu turunlah wahyu kepada Nabi Isa : “Hai Isa, karena ahli ibadah itu tidak menerima keputusan-Ku dan telah menghina orang, maka Ku-masukkan ke dalam surga sebagai ganti amal yang telah dilakukan oleh ahli ibadah itu.”

Sumber : Buku Berjudul ”Keajaiban Shadaqah” karya Muhammad Muhyidin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s